followers

Senin, 07 Maret 2011

On Day Monday #7 – Sulaman Tante Kristi

“Rekaman Kenangan dalam Sulaman”
Ketika Jarum itu melaju menembus pori-pori kain, benang pun mengikutinya. Perjalanan pun usai dan jejak-jejak indah tercipta. Inilah sepenggal cerita tentang aktivitas renik yang masih dikerjakan oleh Kristi Harjoseputro,  yaitu menyulam. 

ini salah satu karya Tante Kristi favoritku (-:

Memasuki rumahnya, saya disambut oleh satu karya kristik sebagai papan nomor rumahnya yaitu 303. Hal itu meyakinkan saya bahwa dia punya lebih banyak koleksi di dalam rumahnya. Dia menyambut saya hangat, dan terbuktilah dugaan saya. Tembok, taplak, dan sarung bantal sudah dihiasi hasil sulaman tangannya sendiri. Saya cuma bisa kagum menatapnya.


Menyulam adalah hobi yang sudah menjadi pekerjaan baginya. Wanita yang akrab dipanggil Tante Kristi ini mengenal sulam-menyulam sejak SD dalam mata pelajaran keterampilan tangan. Selain itu, almarhum ibunya dahulu juga mengerjakan jenis keterampilan ini di rumah. Dan sejak tahun 2000, Tante Kristi sudah menerima berbagai order sulaman.

Tercetus istilah ‘Sulamable dari Tante Kristi. Begitulah dia menyebut berbagai gambar atau desain yang akan disulamnya nanti. Dia juga menyatakan bahwa apapun yang bisa digambar, pasti bisa disulam. Inspirasi datang dari mana saja. Pengaruh dominannya datang dari berbagai momen yang dia alami. Dibalik karya-karya reniknya, tersimpanlah cerita-cerita menarik di sana. Dan beginilah saya menyebut karya-karya Tante Kristi sebagai ‘Rekaman Kenangan dalam Sulaman’.


 

Surabaya menjadi kota dimana dia tumbuh dengan segala aktivitasnya. Jangan salah, Tante Kristi ini dulunya salah satu penggiat kegiatan olahraga Mountain Bike, lho. Lihat saja raut wajahnya yang masih tampak muda. Kemudian sejak 8 tahun lalu, dia pindah ke Jogjakarta.

Semangatnya dalam menyulam tetap dibawa sampai ke kota pelajar ini. Tidak lama setelah kepindahannya, dia membuat sebuah brand untuk karya-karya yang dia hasilkan. Namanya Guzel, berasal dari bahasa Turki yang artinya bagus.


Sekali lagi saya ulangi, rumah yang ditinggalinya juga dihiasi berbagai hasil sulamannya. Mulai dari nomor rumah kristik, ruang tamu, dapur, bahkan sampai kamar mandi pun terpampang hasil sulamannya. 


 

Tentang komunitas Seven Needles, Tante Kristi adalah salah satu pencetusnya. Nama Seven Needles diambil dari pengalamannya, dimana ketika dia menyulam, minimal pasti ada 7 buah jarum di bantalan jarum dengan warna benang yang berbeda-beda. Komunitas ini sudah berhasil menggelar sebuah pameran sulam dan kristik pada tahun 2009 lalu. Jujur, dari pameran itulah saya mengenal needle work. Dan sejak saat itulah saya mulai tertarik juga dengan sulaman.

Dia punya beberapa tips untuk kita yang tertarik menyulam. Jangan takut untuk mencoba. “Nggak ada yang nggak bisa” Begitu katanya. Selain itu harus yakin dan memotivasi diri untuk menyulam. Menyulam dengan baik tentu saja harus rapi. Itu adalah nilai yang harus dikejar. Akan tetapi seiring jam terbang menyulam yang semakin banyak, nantinya pasti akan lebih rapi dari pekerjaan yang lalu. Selain itu komposisi warna juga harus dipertimbangkan. Akan tetapi, jangan takut untuk mencoba, karena keindahan itu datang dari feeling kita masing-masing.


Itulah sepotong cerita tentang Tante Kristi. Semoga bermanfaat, menginspirasi, dan memperluas wawasan kita bersama. Jadi, mari merekam kenangan dalam sulaman. (-: ondee mandeee...!!

ditulis oleh : Ojan

Tante Kristi
Facebook : Kristi Harjoseputro
Twitter : @kristi_jogja
Blog : http://tantekristi.wordpress.com/

Guzel
Facebook : GUZEL, embroideries

Seven Needles
Facebook : SEVEN NEEDLES Community, embroideries & crossstitches
Blog : http://sevenneedles.wordpress.com/

4 komentar:

dimpil mengatakan...

wow! sulaman, kristek, jarum....
saya jadi teringat ibu saya yang suka membuat kristek, berbagai ukuran pernah dibuatnya. di rumah saya ada beberapa hasil karya ibu. Ada satu karyanya yang paling panjang, bergambar kuda berjumlah 12 ekor, kapan-kapan saya akan posting karya ibu saya.

OJANTO mengatakan...

asiiikk!!! kayaknya tiap rumah dulu itu punya kristik dimana sang bunda bikin ya.. :)
oke oke kak Dimp.. ditunggu ya postingannya :D
asik asik!

martha puri mengatakan...

gileeee keren bgttt! Tante Kristi hebattt!

OJANTO mengatakan...

bangettt..canggih ya sulamannya hihi..ayo ke Jogja, kita bertandang ke rumah Tante Kristi lagi :p

Share This

Related Posts with Thumbnails