followers

Selasa, 16 Oktober 2012

Dokumentasi : Craft Carnival 2012

Halloo..
Akhirnya acara Craft Carnival 2012 sudah dilewati. Seru sekali. Banyak bertemu dengan orang-orang yang mampu memberikan suplemen buat saya pribadi. Walaupun tahun ini tidak ikutan jualan, tapi tetep bisa seneng. hehe..
Nah, berikut adalah video dokumentasi singkat tentang Craft Carnival 2012.. Silakan ditengok, semoga bermanfaat buat kita semua..
Sampai jumpa di Craft Carnival berikutnya!! :D


Senin, 01 Oktober 2012

CRAFT CARNIVAL #2


CRAFT CARNIVAL #2 : "Handmade Nation"
13-14 Oktober 2012 | Bentara Budaya Yogyakarta

more info : 

Minggu, 16 September 2012

Helvetotebag :)

Hallo.. 
Postingan kali ini, kami ingin berbagi tentang HELVETOTEBAG yang dulu sudah pernah kami bikin. Dan ternyata ada teman kami di Tangerang sana yang meng-order dan mengijinkan untuk diupload ke blog. Terima kasih sekali ya :D

Helvetotebag, seperti sudah kami jabarkan dulu, idenya adalah membuat totebag yang simpel, dan disablon dengan kata-kata, atau quote, atau potongan lirik, menggunakan huruf Helvetica. Dan tararaaaa.. Finally done! :D




Iseng-iseng, Helvetotebag kali ini dibuat videonya juga.. hehe.. silakan menikmati.. :)

Kamis, 12 Juli 2012

Pamitan


Hallo…
Rasanya berat sekali untuk membuat postingan kali ini karena intinya, Nest of Ojanto mau berpamitan dulu. Kegiatan produksi, On Day Monday, dan lainnya mungkin akan diliburkan. Mungkin akan ada posting-posting ringan yang mungkin bisa menginspirasi. Semoga Ojanto bisa kembali lagi seutuhnya awal tahun depan. 


Ojanto akan mempersiapkan segalanya dengan lebih baik. Supaya besok waktu muncul lagi bisa menyajikan hal-hal yang jauh lebih menarik dari sebelumnya. Sampai jumpa tahun depan :)

Salam hangat, 

Ojan. 

Minggu, 17 Juni 2012

On Day Monday #45 - Tugitu Unite

Halllooow.. selamat hari Senin, hari yang kebanyakan menyibukkan buat kita semua. Tapi tenang saja, semoga Seninmu tidak terbuang begitu saja untuk stress atau bete, mari jaga semangat dengan membaca On Day Monday. 

Kali ini kita akan ngobrol dengan teman-teman Tugitu Unite, sebuah pergerakan kreatif yang berbasis di Solo. Mau tahu apa aja yang mereka kerjakan? mari kita simak saja .. :) monggo..


Pertanyaan wajib nih, TUGITU itu apa sih sebenernya? Lalu, apa cerita di balik nama TUGITU? siapa aja yang berperan di dalamnya?
Apa ya? Tugitu itu kayaknya sebuah kelompok kolektif yang bersifat dasar narsis, ingin tampil dan ingin orang lain tahu apa sih kami ini,, Walopun cuma giTU GITU aja sih..hehe

Nama TUGITU itu diambil dari.. Gini ceritanya, di kala itu tahun 2008-2009an di kampus kami tuh sering sekali orang ngejekin kalo ada orang yang lagi pamer sesuatu, ada temen kami namanya Ryan Nababan yg sukanya pamer kalo abis gambar, abis tatto dll dan temen-temen yang lain suka nanggapinya dengan kata "ELEK!" tapi Ryan mengeluarkan kata pamungkas 'TU..GITU' dan tak menyerah begitu saja buat pamer lagi besoknya.

Nah semangat narsis yang kayak inilah yang kami tangkap,, Awalnya Pakde, Siro dan Ryan akhirnya membicarakan ini nih semangat kita, semangat berani tampil walopun pas pasan dan di elek-elek. Lalu kami menyebar semangat ini di kampus yang jarang ada orang berani tampil, kami main ke kos temen-temen minta karyanya dan diam-diam kami lay out jadi buku kompilasi anak kampus kami yang diberi nama TUGITU UNITE 'kumpulan orang-orang yang bersemangat tampil dan berani di elek-elek' akhirnya semangat ini menyebar hingga sampai sekarang sudah ada sekitar 25 orang yang jadi keluarga/anggota TUGITU.

Kalo perlu saya sebut namanya : TOPX, Siro, RYAN, DILLA, ADEL, DONY, PAKDE, THOWI, Sonny, YOPRI, NOPX, Bowie, Celeng, Dayus, Obet, Damas, Firas, Somed, Fariz, Abut, Bobbi, dll. Semua rela bekerja saling tambal sulam karena beberapa anggota udah lulus dan tersebar ke berbagai kota mencari nafkah.




Apa saja kegiatan TUGITU? 
Kegiatan reguler Tugitu adalah menerbitkan Buku Kompilasi TUGITU UNITE setiap <insya Allah> 3bulan sekali.sekarang sedang proses mengerjakan edisi ke 13 bersama temen2 KTPS Jakarta selain itu kami juga melakukan pameran kecil-kecilan dan workshop-workshop sederhana. Yang pada intinya menyebarkan semangat berani tampil.





Apa tujuan dari dibuatnya TUGITU?
Seperti udah dibahas diatas,,sebenernya cuman mau menyebarkan semangat berani tampil hehe..




Kalian punya lini usaha apa sih kok bisa bertahan sampe sekarang?
Selain menjual buku kompilasi yang kami buat dan juga kami bikin merchandise <kaos,tote bag,slayer,stiker,dll) yang kami jual untuk membiayai produksi buku dan sewa kontrakan basecamp kami,serta juga membiayai kegiatan-kegiatan kami.



Apa saja hambatan-hambatan yang kalian hadapi? lalu solusinya gimana?
Dalam perjalanan kami membuat Buku Kompilasi itu tak lepas dari biaya produksi. Apalagi setiap merilis sebuah edisi kami mencetaknya 250 eksemplar..Nah duit darimana yah?? selama ini kami masih Patungan, trus nodong donasi temen-temen, nyari sponsor, dan juga kami bikin merchandise <kaos,tote bag,slayer,stiker,dll) yg kami jual untuk membiayai produksi buku dan sewa kontrakan basecamp kami, serta juga membiayai kegiatan2 kami.




Apa cita-cita atau mimpi kalian ke depan?
Ya sebenernya kan kami ga setuju kalo kami disebut komunitas,,tapi sebenernya TUGITU itu adalah semangat. Jadi cita-cita kami cukup sederhana yaitu Merayakan Ulang Tahun TUGITU yang ke 20 tahun. hahahaha.. Kami ga mau semangat ini cuman setahun dua tahun,, Semoga bisa dilanjutkan adek-adek dan teman-teman hingga puluhan tahun kedepan.





Apa quotes favorit kalian?
Bilang aja ELEK kami bilang TU GITUU!
Tugitu= seninya giTU GITU aja..hahaha

Nahh, udah tahu kan sekarang, bahwa ada teman-teman kita dari Solo yang punya semangat besar dalam berkarya. Monggo silakan tengok-tengok lebih lanjut tentang TUGITU UNITE di link-link di bawah ini. Semoga menginspirasi kita semua ya :) 

TUGITU UNITE

On Day Monday #44 - RACUN CINTA

Keracunan? siapa yang ingin? Tapi teman-teman dari Racun Cinta ini ingin meracuni kita dengan pesan-pesan khas Indonesia. Nah, pengen tahu lebih jauh tentang Racun Cinta? Mari kita simak On Day Monday kali ini. Silakan.. :)

Bayu Wuri Andhika, Nurrani Mustika & Namai Alia Shofia

Pertanyaan standar, apa cerita dibalik nama RACUN CINTA? sejak kapan berdiri dan siapa aja pelakunya?
Konsepnya sudah tertanam sejak kaki dan mata tersadar akan lingkungan sekitar yg penuh dengan banyak masalah sosial dan beragam budaya. Dengan sedikit uang jajan saat itu di tahun 2009 kami mengeluarkan produk pertama dan mengenalkannya kepada orang tua dan sanak saudara.  RACUNCINTA bukan singkatan yang menghasilkan kata asing. 2 buah kata Indonesia yang terkesan sederhana, merakyat dan kampungan bagi sebagian orang yang menyembah kekinian. Kata "RACUN" memiliki arti mempengaruhi, dan "CINTA" adalah perasaan menyenangi sesuatu maupun seseorang dengan/melalui berbagai cara. Dari pengertian tersebut, inti arti dari nama RacunCinta adalah mempengaruhi rakyat Indonesia yang melihat kami untuk lebih peduli terhadap LINGKUNGAN, menyayangi sesama MAKHLUK HIDUP(manusia, binatang, dan tumbuhan), juga semua hal yang berkaitan dengan negeri INDONESIA ini! RC hanya berdua saat itu.


Kenapa sih tema-nya Indonesia banget? Tujuannya apa?
Diakhir tahun 2009 produk bertemakan Indonesia masih sangat jarang ditemui. Kami merasa perlu untuk mengangkat tema Indonesia kembali. Tentu saja dengan "cara dan gaya" kami. Banyak yang bisa dibahas mengenai Indonesia, mulai dari ragam budaya, adat istiadat, kesenian, permainan, makhluk hidup, keindahan alam, lingkungan, sangat-sangat luas sekali bahkan kejadian nyata sehari-hari yang kita alami.

Tujuanya Mempengaruhi rakyat Indonesia terutama kaum muda (remaja dan dewasa) untuk lebih "menyukai" Indonesia. Sehingga RC bisa meracuni khususnya rakyat Indonesia untuk semakin mencintai lingkungan hidup dan dapat memberikan rasa bangga untuk yang melihat atau menggunakan produk karya anak negeri ini.


Mengingat sudah banyak produk-produk yang "Indonesia banget" saat ini, ciri khas apa sih yang ingin kalian tonjolkan? kenapa?
Alhamdulilah sudah diberikan kemampuan dalam menciptakan suatu karya. Kami menerapkannya di sandang karena lebih sangat efektif berkampanye lewat media tersebut. kami mengangkat hal yg berhubungan dengan keluarga petani. Karena kita semua berawal dari keluarga petani. Motif sketsa tangan juga mencirikan ilustrasi RC. Semua kata tanpa bahasa asing.



Apa aja sih produk-produk yang kalian hasilkan?
Sandang kaum pria, wanita dan anak, tas kanvas berbagai ukuran, selendang, kalung dan gelang.



Dalam perjalanan berkarya kalian, pasti menghadapi hambatan kan, nah apa aja hambatannya? dan menurut kalian, gimana sih cara-cara menghadapi hambatan-hambatan itu?
Tahun pertama karya kita tidak begitu diminati. Mungkin kita juga sulit mempromosikannya. Karena banyak faktor seperti tidak fokusnya lantaran saat itu masih kerja dengan perusahaan asing. Hingga tersita banyak waktu. Dan pada akhirnya memutuskan berhenti memilih berwirausaha dengan kemampuan sendiri. Menghadapi hambatan menurut kami diselesaikan secara diskusi dengan orang-orang sekitar mengurangi kegelisahan dan memunculkan ide-ide baru.


Apa aja nih rencana ke depan (cita-cita) RC?
Saat ini warung kecil pertama kita ada di Bintaro sektor 1 Jakarta Selatan. Nantinya kita ingin ada cabang lagi di kalimantan, Bali, Sulawesi, Sumatera, Medan dan seluruh Indonesia.


Apa quotes favorit kalian?
"SALAM KERAKYATAN SOSIAL BERBUDAYA"


Nah, masih takut teracuni? Semoga tidak ya.. teman-teman RC ini begitu giat mengolah racun-racun positif yang tidak membuat kita terbunuh berapa kali pun mengkonsumsinya. Semoga menginspirasi kita semua ya.. Ondee Mandee… :)

RACUN CINTA
Warung kecil dinding bata : 
Bintaro Utama 1 F1 No.21 Bintaro Jaya Sektor 1 
Jakarta-Selatan
Bintaro, Indonesia

Senin, 11 Juni 2012

ON DAY MONDAY #43 - DORXLAB

Ondeee mandeee.. hari Senin sudah datang dan mari kita simak On Day Monday lagi. hehe.. Kali ini ada cerita dari teman-teman mahasiswa akhir Arsitektur UGM yang sedang merintis sebuah laboratorium mereka sendiri bernama DORXLAB. Nah, pengen tahu, yuk kita simak obrolan barang teman-teman DORXLAB. Silakan.. :)


Pertanyaan standar, apa sih DORXLAB itu? apa cerita di balik nama DORXLAB sendiri? 
DORXLAB itu sebuah komunitas research kreatif, terdiri dari dosen dan mahasiswa arsitektur UGM saat ini, yang punya fokus pada inovasi dunia digital dan komputerisasi design . Mungkin gampangnya kita disebut sekumpulan geek juga boleh,Utopist juga boleh, hehe. Awalnya kita berangkat dari ketertarikan sama digital architecture, interactive design dan parametric modelling. Tapi sebenernya kita gak terbatas itu aja selama itu masih di lingkup konsentrasi kita. DORXLAB sendiri kan singkatan dari Digital Object Research and eXperiment Laboratory.




Apa aja sih yang dikerjakan oleh DORXLAB?
Misi kita sebenernya mengembangkan ketertarikan pada research-research kreatif dengan background science di kalangan mahasiswa khusunya kampus kita aristektur UGM, sejauh ini kita bergerak di bidang komputerisasi dan digitalisasi dalam design dan arsitektur. Salah satu yang lagi kita kembangin adalah parametric design. Bentuk kegiatannya kita udah jalanin beberapa project R&D dengan rangkaian workshop dan eksebisi baik di dalam kampus ataupun di luar. Salah satu kerja sama kita adalah R&D bareng HONFablab.


Apa saja kemungkinan-kemungkinan yang bisa dibuat oleh DORXLAB?
Masalah karya, intinya kita fleksibel sama apa aja yang berkaitan dengan komputerisasi dan digitalisasi dalam design dan arsitektur,salah satu yang lagi kita kembangin adalah design arsitektur yang responsive dengan basic pemrograman parametric. Ide dari karya tersebut adalah sebuah arsitektur yang dapat berubah2 dan adaptif terhadap alam. KIta mengaplikasikannya dalam sebuah design responsive wall dengan permukaan yang dapat membuka dan menutup sebagai bentuk adaptasi. Karya ini bekerja dengan menangkap perubahan fisik di lingkungan melalui sensor, dalam hal ini perubahan intensitas cahaya. Bagian instalasi yang terkena banyak cahaya akan tertutup, sedangkan yang kekurangan cahaya akan membuka.

Mimpi kita, di masa depan sebuah bangunan bisa menyesuaikan diri sama alam supaya penghuni di dalamnya bisa nyaman.Kalo saat banyak terkena sinar matahari,permukaan bangunan akan menutup supaya gak panas dan silau, kalo lagi kekurangan cahaya, Permukaan bangunan akan terbuka supaya gak gelap di dalamnya.

Karya ini kami sebut String Of Nature Prototype I (S.O.N) diambil dari cara kerjanya yang menangkap deretan2 data dari alam (string).

S.O.N (String of Nature)


Menurut opini kalian, kaya apa sih teamwork yang bagus itu? mengingat kalian bekerja dalam sebuah teamwork. Bisa diberikan tips-tips untuk menjaga teamwork supaya bekerja dengan lancar?
Team Work itu yang bagus menurut kami tau porsi masing-masing dan fokus dengan tanggung jawab kita masing2 dalam sebuah project, tapi tetap berorientasi pada kepentingan bersama. Nah, maksudnya ya gitu lah..hehe, soalnya kita saat ini anggotanya juga punya keahlian dan konsentrasi masing2,jadi kita selalu bagi tugas sesuai keahlian masing2 tapi suatu ketika kita juga harus bekerja bersamaan jika diperlukan.

Tipsnya sih gampang, jangan lupa saling mengejek dan bercanda di tengah2 bekerja, biar gak tegang dan garing, kalo perlu 80% bekerja, 20% bercanda! :P , Intinya ejek2an dan bercanda bikin kita makin akrab dan mencairkan susana. Bahkan kadang sama anggota yang dosen pun juga ejek2an, haha, asal jangan kurang ajar lhoo..



Apa saja hambatan-hambatan yang dialami oleh DORXLAB?
Hambatannya sih mungkin jadwal kita yang sama2 padat, karena kebanyakan kita sekarang juga lagi pada tugas akhir, yang lain mungkin pengetahuan dan minat temen2 di sekitar kitaatas gerakan kita masih minim..ya maklum masih baru banget. Dan yang utama adalah... DANA! haha, masih agak sulit nyari dana buat research2 creative yang bisa dibilang informal seperti ini, untung beberapa temen2 dosen saat ini masih mau bantu2 mencari dana untuk pelaksanaan kegiatan, :)


Apa mimpi-mimpi ke depan DORXLAB?
Sederhana : Sustainable! Karna di saat kegiatan kita ini bisa terus berlanjut, maka inovasi2 dan kreatifitas pasti akan muncul dan terus berkembang.. amin :)


Apa quotes favorit DORXLAB?
“The machine does not isolate man from the great problems of nature but plunges him more deeply into them.” jadi pergunakanlah teknologi sebaik-baiknya untuk manusia :D

Demikian cerita-cerita dari teman-teman DORXLAB. Demi ilmu pengetahuan dan untuk manusia, mereka aktif mencari tahu sesuatu yang lebih. Nah, semoga bisa memperluas wawasan kita bersama ya. Terima kasih DORXLAB karena sudah mau berbagi cerita. Ondee Mandee… :)

DORXLAB

Senin, 04 Juni 2012

On Day Monday #42 - HONFablab


Huallloo!! On Day Monday datang lagi. Kali ini kita akan ngobrolin tentang salah satu laboratorium kreatif di Yogyakarta, namanya HONFablab. Nah, sejujurnya saya sedang dalam proses magang di laboratorium ini. Untuk tahu lebih jauh soal lab yang satu ini, mari kita simak ceritanya! :)


Apa sih HONFablab itu? Tujuannya apa?
HONFablab adalah sebutan kami untuk Fablab Yogyakarta yang di host oleh HONF Foundation (House of Natural Fiber Foundation), yang berdiri sejak 29 Juli 2011. Fablab adalah laboratorium lokal dengan jaringan global untuk kebutuhan personal digital fabrikasi. Dan nama Fablab selalu merujuk pada kota/Negara dimana Fablab tersebut didirikan. 


Konsep Fabrication Laboratory pertama kali dibawa oleh Prof. Neil Gershenfeld di sebuah Media Lab di MIT Boston, sebuah kolaborasi dari gerakan Grassroots Invention Group dan Pusat  Bit dan Atom (CBA) di Massachusetts Institute of Technology (MIT) , kemudian kontennya disebar luaskan ke seluruh penjuru dunia, dan mempresentasikan bagaimana teknologi memperkuat sebuah komunitas pada level grass root. Ketika Grassroot Invention Group sudah tidak lagi menempati Media Lab tersebut, Konsorsium Pusat untuk Bit dan Atom  masih dengan aktif terlibat untuk mengembangkan dan meneruskan riset di area-area yang terkait dengan bidang penelitian dan fabrikasi .

Dengan konsep bahwa Fablab (Fabrication Laboratory) menyediakan satu tempat untuk kebutuhan personal fabrikasi bagi individu-individu baik itu desainer produk, desainer industri, arsitek, pengrajin/crafter, seniman. Pelajar/mahasiswa atau beragam profesi lainnya.


Beserta dengan jaringan yang dimilikinya, setiap Fablab menyediakan juga fasilitas komunikasi dengan Fablab2 yang lain sehingga, Fablab tidak hanya sebuah laboratory/workshop untuk pembuatan karya-karya, namun juga tempat untuk mengakses dan berbagi pengetahuan baik desain dan teknis, memperkaya jaringan karena Fablab juga tempat untuk bertemunya dengan individu-individu lain baik lokal ataupun yang tersebar di Fablab2 pada belahan dunia yang lainnya.

Apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang di HONFablab?
Masyarakat bisa menggunakan fasilitas Fablab untuk kebutuhan fabrikasinya, baik itu berupa pengembangan karya atau produk pada skala prototyping dengan menyewa mesin-mesin tersebut dalam hitungan penyewaan per menit sejak mesin dijalankan/dioperasikan. Untuk harga penyewaan, bisa dilihat pada website HONFablab (www.honfablab.org).


Namun, masyarakat juga bisa memanfaatkan OPEN DAYS (hari bebas sewa) setiap hari Rabu dan Jumat, mulai pukul 13.00 hingga 18.00 untuk belajar memahami alat-alat/mesin sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 

Secara singkat, jenis kegiatan yang ada di Fablab Yogyakarta adalah kegiatan workshop/bengkel digital fabrikasi yang bisa dimanfaatkan oleh desainer, seniman, mahasiswa teknik, mahasiswa desain, pengrajin dll untuk dilatih menggunakan mesin-mesin fabrikasi demi tujuan dan kebutuhan masing-masing individu atau kelompok untuk menciptakan karya, baik secara fungsional, estetis, inovatif atau pengembangan dari produk yang ada di pasaran.

Saya dengar, HONFablab itu bersifat opensource. Apa maksudnya? bolehkan dijelaskan? :)
Open Source atau Open Desain di sini dimaksudkan bagi siapapun yang mengembangkan karya/produk dalam skala prototyping dengan menggunakan fasilitas Fablab, hak cipta atau copyright adalah milik mereka (desainer atau yang mengembangkan) namun pengetahuan akan teknis dan hal-hal yang bersifat pengetahuan “HOW TO” wajib dibagi melalui Fablab, dan Fablab akan mempublikasikan karya-karya tersebut melalui website dalam kategori “FAB FRUIT” sehingga masyarakat atau individu lain baik lokal atau internasonal bisa terinpirasi dan termotivasi dengan karya-karya tersebut, atau bahkan ingin mengembangkan karya tersebut dengan penambahan-penambahan atau dengan kata lain diperkaya lebih jauh lagi dan dikembalikan pengetahuannya melalui Fablab.


Apa saja alat-alat yang bisa digunakan?
Alat-alat yang bisa digunakan di Fablab Yogyakarta:
1. Shopbot CNC Router
Alat ini digunakan untuk pembuatan furniture atau produk-produk berbasis kayu dengan metode potong/pahat secara digital, yang dioperasikan dengan komputer.

2. Laser Pro 60W
Alat ini digunakan untuk memotong dan meng-grafir/menggores hampir semua bahan kecuali baja atau besi, dioperasikan secara digital dengan komputer.

3. Roland Modela Vinyl Cutter
Alat ini digunakan untuk memotong bahan-bahan berbasis vinyl atau sticker untuk pembuatan produk-produk sticker ataupun lembaran vinyl dengan desain yang special, dioperasikan juga secara digital dengan komputer.

4. Roland Modela Milling 
Alat ini digunakan untuk pembuatan papan-papan sirkuit elektronik dengan metode pahat dan potong, dan juga untuk memahat bahan-bahan dengan ukuran kecil dan mikro, dioperasikan secara digital dengan komputer.

5. Singer Futura CE250 bordir
Alat ini digunakan untuk membuat border pada kain/kaos dengan metode transfer gambar dari foto atau vector ke border, dioperasikan dengan komputer.

Dan beragam alat-alat atau hardware tool analog yang juga disediakan di Fablab.


Apa saja yang pernah dibuat di HONFablab? (supaya bisa menjadi referensi buat pembaca)
Karya-karya yang pernah dibuat di Fablab kita publikasikan pada halaman website Fablab pada menu “FAB FRUIT”. Disitu masyarakat bisa melihat dan barangkali akan terinspirasi.



Kemudian, saya dengar HONFablab sedang mengadakan event unik dan menarik bertajuk WIN+PLAY. Bisa dijelaskan tentang event itu?
WIN+PLAY atau singkatan dari Window Display adalah sebuah ajang kompetisi desain dan fabrikasi yang diselenggarakan oleh Fablab dalam program yang diberi nama Creative Incubation. Program ini dimaksudkan untuk menciptakan infrastruktur bagi masyarakat untuk menggunakan Fablab sebagai wadah penciptaan karya-karya yang memiliki tujuan entrepreneurship/kewirausahaan. 


Pada ajang ini, para kontestan kami undang secara tertutup yaitu menunjuk pada empat universitas besar di Yogyakarta (UGM, UKDW, USD dan ISI) dengan format grup untuk berkompetisi menciptakan karya window display pada butik/toko partner official Fablab, yaitu Lee Cooper Indonesia di Mall Malioboro.

Para grup kontestan dijadwalkan untuk mendapatkan akses ke Fablab yang terbagi dalam fase-fase:
1. Pengenalan fasilitas Fablab
2. Bedah brief dan ide untuk pelaksanaan karya kreatif window display
3. Produksi/pengerjaan karya di Fablab
4. Finalisasi karya hingga proses display pada toko Lee Cooper yang sekaligus dimulainya system penilaian/penjurian karya

Apa hambatan mengelola HONFablab?
Hambatan yang paling menonjol adalah adanya jarak teknologi (technology gap) pada masyarakat dengan metode Fabrikasi yang disediakan oleh Fablab. Maksudnya adalah masyarakat masih relatif awam dengan metode desain dan fabrikasi digital pada penciptaan karya-karya 3 dimensi berikut juga pada sisi teknisnya. Juga, pada metode DIY (Do It Yourself) yang senantiasa diterapkan oleh Fablab dimanapun, bagi masyarakat di Yogyakarta khususnya, masih terdapat keengganan merujuk pada jarak teknologi tersebut.

Dan hambatan yang lainnya adalah dari segi penciptaan modul bisnis (business module) yang tepat bagi Fablab untuk diterapkan kepada masyarakat sebagai sebuah infrastruktur kewirausahaan yang sistematis dan berkesinambungan.


Apa mimpi-mimpi ke depan HONFablab?
Mimpi Fablab Yogyakarta adalah menjadikan Fablab sebagai one stop digital fabrikasi dengan memiliki infrastruktur akses yang nyaman, sistematis dan berkesinambungan bagi individu-individu/masyarakat baik itu pada kategori pembelajaran, pengetahuan, seni, kolaborasi, dan bisnis.


Apa quotes favorit HONFablab?
Quote yang juga merupakan official campaign pada Fablab adalah: “to Create (Almost) Anything”


Wow! cerita yang seru kan? Nah, buat yang tertarik, silakan datang ke sini. Atau silakan berkunjung ke acara WIN+PLAY yang dibuat oleh HONFablab pertengahan Juni nanti. Ondeee mandeee.. :D

HONFablab (Fablab Yogyakarta)
Jl. Taman Siswa no.59 Mergangsan, Yogyakarta
www.honfablab.org
http://www.facebook.com/fablab.yogyakarta
@honfablab

Senin, 28 Mei 2012

On Day Monday #41 – Paperpleased


Hallo.. hari Senin datang lagi, sudah saatnya On Day Monday lagi! Kali ini kita akan ketemu teman dari ibu kota. Secara kreatif dia berhasil mengolah wall-paper yang biasanya hanya menempel di dinding menjadi banyak benda-benda cantik nan fungsional. Nah, mari kita simak obrolan bareng Mbak Angelia Florensia, sang kreator dari Paperpleased



Pertanyaan wajib, apa sih cerita di balik nama Paperpleased?
Gabungan dari kata “paper (kertas)” dan “pleased (senang)” jadi diharapkan dari produk yang saya buat menghasilkan perasaaan senang bagi yang memilikinya.


Gimana ceritanya Mbak Angel bisa berkarya menggunakan wallpaper2 itu? kenapa kok memilih jalur itu? apakah memang kamu ber-basic pendidikan desain atau semacamnya? monggo diceritakan.. :)
Awalnya waktu milih wallpaper untuk rumah sendiri & kemudian sering melihat koleksi wallpaper di rumah papa yang seorang arsitek/interior desainer. Tercengang melihat cantik & beragamnya kertas-kertas tersebut saya meminta teman papa yang pemilik toko wallpaper untuk “menjual” koleksi buku2 samplenya yang sudah tidak terpakai. Nah, dari situ saya kutak-katik selama 4 bulan lamanya untuk menciptakan produk yang menarik dan berdaya jual.

Memilih jalur ini karena saya passionate utk berkarya dengan tangan (pencerahan yang baru datang setahun terakhir) dan juga mencoba untuk menciptakan sesuatu yang “baru” dan tak terduga. Dari semua pekerjaan yang pernah saya lakukan, tidak ada yang memberi rasa puas sebesar membuat karya dengan kedua tangan sendiri.

Saya memang lulusan fashion desain, jadi ilmu pola dasar dan menjahit saya dapatkan dari sana & saya aplikasikan dalam pembuatan produk paperpleased. 

Apa saja produk-produk yang dibuat oleh Paperpleased?
Bermacam-macam tipe dompet, tempat kartu, gantungan kunci, notebook, tas pesta, dll. Saya juga mencoba mengeksplor area lain dengan membuat bunga kertas dan home d├ęcor dari kertas daur ulang dan tetap, wallpaper tentunya. 


Apa saja kesibukan Mbak Angel saat ini selain memproduksi barang-barang untuk Paperpleased?
Selain Paperpleased, kadang saya masih bekerja sebagai freelance stylist untuk katalog fashion dan proyek film suami.

Melalui produk-produkmu, Paperpleased ingin menyampaikan apa sih? Apakah ada cerita tersendiri setiap produknya? 
Pengen menunjukkan bahwa “think outside the box” itu engga mustahil & dengan kreativitas, kita dilatih untuk melihat hal-hal sekitar tidak hanya dari satu sisi saja. Kreativitas ini juga bisa dilatih dan ada dalam diri setiap orang. 


Menurut Mbak Angel, prinsip-prinsip apa sih supaya produk kita bisa diterima di pasaran? 
Ada satu quote menarik yg saya pernah baca, bunyinya : “You have to be DIFFERENT, GREAT or FIRST” (Loretta Lynn). 

Menurutku, ini bener banget dan berlaku juga buat kita dalam memasarkan karya kita. Harga bukan satu-satunya tolak ukur pembeli dalam memilih barang. Kita bisa menonjolkan diri dalam hal pelayanan, misalnya, atau ciri khas karya kita yg tidak dipunyai produk lain. 
Senantiasa memperbaiki kualitas & desain barang juga penting yah. Kl dipikir2, dompet yg saya buat sekarang sudah melalui “jalan” evolusi yg cukup panjang dari sejak prototype pertama (yang merupakan uji coba ke sepuluh!) hehe.

Satu lagi juga, SELALU ada pasar untuk barang jualan apapun itu. Saya kepikir dulu ada ga ya orang yg mau beli dompet dari kertas? Nyatanya? laris manis & sampai sekarang ga ada yang niru tuh hihi.


Aku pengen opinimu soal semangat DIY (do it yourself) dong..
DIY (do it yourself) is a survival skill. Secara fisik, melatih kita utk menjadi kreatif, tidak konsumtif dan senantiasa resourceful. Secara mental, melatih kita utk percaya pada karya kita & mewujudkan mimpi kita.



Apa saja ini mimpi-mimpi ke depan Paperpleased?
Mimpi ke depan? Ada beberapa… Saya kepengen punya tim produksi & sales yang handal (secara sekarang cuma dibantu asisten seorang) jadi saya bisa fokus di desain, pengen nerbitin craft book, pengen punya web store, pengen coba jualan di craft market luar negeri, dll. Intinya sih 5 tahun ke depan, saya ga mau stuck di tempat yang sama seperti sekarang.


Apa quotes favorit Paperpleased?
“Life begins at the end of your comfort zone.” (Neale Donald Walsch) 

Wow, begitu inspiratif cerita dari Mba Angel. Semoga ilmu ini bisa tertular dan bermanfaat bagi siapapun ya. Bagi Mba Angel, terima kasih sekali sudah berbagi cerita yang mengagumkan ini. Ondeee mandeeee.. :D

PAPERPLEASED 
paperpleased[at]gmail[dot]com

Share This

Related Posts with Thumbnails