followers

Minggu, 23 Januari 2011

On Day Monday #1 - OHE (Open Hero)

Onde Mandeeee...hari Senin datang lagi, saatnya kembali berkegiatan setelah weekend yang menyenangkan. Yup, bagi kami weekend selalu menyenangkan, banyak sekali hal-hal menarik di luar rutinitas yang kami temukan. Seperti oleh-oleh kami kali ini, hasil jalan-jalan di Minggu Pagi UGM :)

Sesuai yang sudah kami janjikan sebelumnya, kami akan mengajak teman-teman untuk berkenalan dengan salah satu crafter Jogja di "On Day Monday". Dan inilah cerita perkenalan kami dengan orang-orang kreatif dari OHE - Open Hero.
Ketika memulai perjalanan menyusuri Minggu Pagi UGM yang ramai, mata kami langsung menangkap deretan produk-produk handmade yang ada di stand Open Hero. Ada tas, kaos dan sepatu yang semuanya memiliki detail lukis yang unik. Lalu berkenalanlah kami dengan empat orang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI), jurusan Seni Lukis dan Desain Interior. Ada Nardi, Didi797, Iqro Ahmad Ibrahim L.S, dan Iza Ayu Isyi Aisyah. Mereka inilah orang-orang kreatif yang merintis OHE dari tahun 2009.
Menurut Didi, awal mula lahirnya Open Hero adalah karena keinginan mereka untuk menyaingi produk-produk populer yang dijual di distro. Mereka melihat bahwa beberapa anak-anak muda sudah mulai "jeleh" (bosan) dengan barang berbau distro. Dari sinilah lahirnya OHE dengan produk handmade andalan berupa barang keseharian dengan detail lukis manual. Tas, kaos dan juga sepatu lukis andalan mereka dijual dalam kisaran harga 50.000 - 250.000 rupiah. Selain itu, teman-teman juga bisa membawa tas, kaos atau sepatu sendiri untuk dilukis oleh mereka. Cukup memilih desain yang sudah disediakan dan membayar biaya lukis yang sangat terjangkau.
 
Bisnis ini merupakan bisnis sampingan, begitulah kira-kira OHE di mata Didi, Nardi, Iqro dan Iza. Biar begitu, mereka tetap menjalankan usaha ini dengan serius. Terbukti dari keberhasilan mereka meloloskan proposal program wirausaha yang diadakan kampusnya. Dari situ mereka mendapatkan pinjaman dana untuk pengembangan usaha. Selain itu, mereka juga mulai menata manajemen OHE dengan lebih serius. Seperti yang dikatakan oleh Didi, bahwa mereka akan membuat pembagian tugas yang jelas. Siapa yang akan membuat desain, melukis, dan juga menjalankan publikasi, semuanya sudah ada bagiannya sendiri-sendiri. Dengan begitu, mereka yakin cita-cita mereka akan usaha ini bisa terwujud.

Berbicara soal cita-cita, ternyata orang-orang di balik Open Hero memiliki cita-cita yang sangat mulia. Keinginan mereka adalah jika usaha ini menjadi besar, mereka ingin menyerahkan usaha ini kepada junior-junior mereka untuk terus dilanjutkan. Meminjam istilah dari Nardi, usaha ini akan "di-alih-pegangkan" kepada generasi berikutnya agar tidak pernah mati. Open Hero juga memiliki angan-angan besar untuk membuat mall yang isinya hanya barang-barang kreatif dan handmade.  Cita-cita mereka ini pun mengingatkan kami pada keinginan kami untuk membentuk sebuah circle (komunitas) crafter Jogja. Dan betapa menyenangkan ketika keinginan kami ini disambut antusias oleh mereka.

Bagi Didi, Nardi, Iqro dan Iza, proses kreatif dan produksi Open Hero dirasa tidak terlalu rumit. Nardi sedikit bercerita tentang ini. Proses pembuatan sebuah produk Open hero dimulai dengan membuat desainnya di komputer. Penempatan posisi, komposisi, dan coloring juga awalnya dilakukan dengan photoshop. Hal ini, menurut Nardi sangat membantu mereka dalam mengerjakan sebuah produk. Barulah setelah proses awal ini selesai, mereka akan mulai melukiskan hasil desain tersebut ke  barang-barang yang akan dijual seperti tas, kaos dan juga sepatu.

Satu-satunya hambatan yang paling mereka rasakan dalam memproduksi barang-barang handmade ini adalah waktu. Didi mengakui cukup sulit membagi waktu antara kuliah, memproduksi produk-produk Open Hero, dan juga membuat karya pribadi untuk pameran. Ya, orang-orang yang ada di dalam Open Hero adalah seniman-seniman hebat yang sudah pernah memamerkan karya mereka di beberapa kota di Indonesia bahkan sampai Singapura dan Malaysia.

Sebagai seniman, mereka mengakui sulitnya memisahkan idealisme pribadi sambil tetap mengikuti selera pasar dalam membuat produk. Namun bukan berarti hal itu menghalangi mereka dalam berkarya. Ada sebuah kalimat menarik yang diucapkan Nardi mengenai ini "secara psikologis kita harus mampu menempatkan kita sedang ada di ruang mana. Kalau di ruang studio milik kita personal, ya memang kita berjuang itu, untuk personal. Tapi sekarang kita kan ada lingkungan publik, jadi secara tidak langsung kita harus melayani mereka". 

Sebagai penutup, teman-teman dari Open Hero juga memberikan saran bagi teman-teman yang memiliki minat yang sama dalam berbisnis barang-barang handmade. Mereka mengatakan bahwa yang paling penting adalah tetap memperhatikan selera dan keinginan pasar, dan jangan berhenti untuk berkreasi.
O iya, terima kasih sekali ya untuk kudapan cenils yang kalian berikan!

Sungguh sebuah obrolan yang sangat inspiratif dengan teman-teman dari Open Hero. Semoga saja perkenalan dan pertemanan ini akan terus berlanjut. Sukses untuk Open Hero, tetap kreatif dan terus berkarya!

8 komentar:

aphrodita wibowo mengatakan...

ah kalian membuat aku semakiniri aja... jadi pengen cepet ke jogja, bertemu orang-orang GILA super kreatif yg nggak ada matinya...
sukses on day monday nya, jelajah para crafter jogja yg masih terselubung...
u go guys :)

OJANTO mengatakan...

sumonggo mbakyu.. ditunggu kedatangannya..
terima kasihh!!!! :D :D

yey!

didik mengatakan...

horeeeee.....,
openhero telah berkibar disini.. heheeee...
tanks buat ojan n putr...!
:)

Elsa mengatakan...

i love cenil also!!
hehehee

salut buat OJANTO people yang kreatif!!!

moshe things mengatakan...

Ojan... anak-2 ISI ya... BTW suamiku juga jebolan ISI desain interior lho... Hehe gak penting ya...

Anyway... barang-2nya OHE lucu-2. Aku suka... :)

OJANTO mengatakan...

mas Didi OHE :
yoiii mass.. sama sama... kami juga terima kasih sekali.. kalian benar-benar memberi inspirasi buat kami! maturnuwun sanget :-)

Elsa :
ahaaa!!! kamu suka cenil!! memang makanan yang satu itu menggemaskan yaa..
thank you sekali mbak Elsa :-)

Mosche Things :
haii...
iyaa. mereka anak-anak ISI.. kalau aku bukan.. hahaha..
asiiikk!! jadi ketemu anak-anak ISI lebih banyak.. hehe..
yep!!!thanks anyway yaaa.. :D

Nadiyah mengatakan...

wahh..senangnya utk on day monday pertama yg ditampilkan Open Hero..mereka memang kreatif dan unik..saluutt.."save your world from bad fashion's attack"..he..he..

OJANTO mengatakan...

asik asik!! akhirnya bu Dosen menemukan anak didiknya di sini juga.. hahaha. bener gak mbak kalau mereka mahasiswa2mu?
hehe.. mereka emang keren!
btw itu keren juga tagline-nya.. "save your world from bad fashion's attack"
:D

Share This

Related Posts with Thumbnails