followers

Selasa, 12 April 2011

TUTORIAL : Membuat Poster Gantung

Play Your Magic Hands – mari bermain-main dengan tangan ajaib kita. Walaupun Play Your Magic Hands Selasa sore sudah berakhir, bukan berarti tangan kita berhenti berkarya. Kali ini akan saya paparkan sedikit tutorial yaitu membuat hiasan dinding poster gantung. Sangat mudah dan sederhana. Kalian bisa mencobanya di rumah. Semoga bermanfaat. Mari langsung saja disimak. (-:

Bahan dan Alat :
- Poster
- Triplek/kayu profil
- Benang/senar
- Cutter
- Penggaris
- Gunting
- Penjepit kertas

Nah, untuk cara pembuatannya, kalian bisa lihat foto-foto di bawah ini. Mari… silakan..  (-:

 
Potong triplek dengan menggunakan cutter. Panjangnya bisa menyesuaikan dengan lebar posternya. Dalam foto ini, saya potong sekitar 8cm lebih panjang dari lebar poster.  4 buah potongan triplek bisa digunakan untuk sebuah poster.

Gunakan 2 buah potongan triplek untuk menjepit sisi atas poster (depan dan belakang). Kemudian kuncilah menggunakan penjepit kertas. Lakukan juga pada sisi poster bagian bawah.
 
Benang digunakan untuk menggantung poster yang sudah kita jepit. Selipkan benang di antara jepitan triplek pada bagian atas poter. Lihat gambar untuk lebih jelasnya. Kemudian ikat mati ujung2 talinya.

Nah, kita sudah punya hiasan dinding baru! :D horeee.. Sekarang saatnya menggantungkan poster itu di dinding kita. Sekian tutorial singkat dari saya. Semoga menginspirasi (-: keep play your magic hands! See ya!

Foto dan tulisan oleh : Ojan

Senin, 11 April 2011

On Day Monday #12 - PURNOMO

Mengenal lelaki yang satu ini adalah suatu keberuntungan besar bagi saya. Dia akan menyambutmu hangat ketika kakimu menginjak halamannya. Hasil karyanya akan membuatmu terkesima dan betah untuk sejenak melihat-lihat. Nah, siapakah dia? Mari kita simak saja cerita tentang Purnomo berikut ini dalam On Day Monday. (-:
 
percayalah, sepatu ini keramik
 
Ketertarikan terhadap benda 3 dimensi adalah awal dari apa yang dia lakukan sampai sekarang. Purnomo sudah menggeluti dunia keramik sejak SMA. Mengawali jejaknya di SMIK (Sekolah Menengah Industri Kerajinan), Purnomo melanjutkan studinya ke ISI Yogyakarta Kriya Keramik. Atas ketekunannya dalam dunia ini, Purnomo berhasil membuat sebuah inovasi menarik dalam membuat keramik. Karya yang bisa dibilang paling 'hits' yang pernah dibuatnya adalah sepatu-sepatu keramik. Ondee.. mandee.... :D

 sepatu roda keramik

Apa pula sepatu keramik itu? Purnomo benar-benar membuat keramik dengan bentuk sepatu apa adanya. Detail dan perbandingan ukuran dengan benda aslinya hampir 100 % sama. Dia mengaku menggunakan teknik cetak dalam membuat sepatu keramik. Tapi apalah daya, hanya dia yang tahu rumusnya bagaimana membuat cetakan sepatu itu. Itulah nilai lebih lelaki ini. hehe..
 
Inspirasi datang ketika ada masalah yang datang. Itu benar-benar diakuinya. Dan mungkin memang setiap orang akan mempunyai cara tersendiri untuk mendapatkan inspirasi. Bukan begitu?! Benda-benda di sekitarnya juga menjadi perangsang ide baginya. Setiap karya yang ditawarkan menawarkan pesan dan cerita-cerita menarik. Di sinilah Purnomo melakukan eksplorasinya agar menciptakan karya yang berkualitas.
 
Dalam perjalanannya, Purnomo juga menemui kendala. Teknik yang dia miliki dinilainya masih pas-pasan. Dia harus belajar lebih banyak dan mengeksplorasi celah-celah yang masih bisa ditemukan. Selain itu, dia belum memiliki alat sendiri untuk mengerjakan karya-karyanya. Seperti pada proses pembakaran, Purnomo harus ke daerah Kasongan, Yogyakarta.

 beberapa alat milik Purnomo untuk mengecat keramiknya

Purnomo begitu produktif berkarya. Dia tidak hanya membuat keramik, dia juga melukis, dan membuat patung-patung dari fiber. Ketika ditanya pencapaian apa yang ingin diraihnya dalam berkeramik, lelaki berhobi memancing dan bersepeda dengan santainya menjawab, "Woles, aja aku.." Tapi ketika ditanya, tentang cita-cita, Purnomo ingin mempunyai usaha sampingan.

Nah, berikut ini beberapa hasil karyanya. Silakan (-:
 
 Gambar di atas Piring
 
 Sepatu Fiber

Ingin lebih mengenal Purnomo, silakan langsung saja klik situnya ini www.purclay.tk
Ondee.. mandee... (-:


Purnomo
facebook : Purnomo Clay
blog : www.purclay.tk

foto dan tulisan oleh : Ojan

Jumat, 08 April 2011

SINDIKASI TOBUCIL : Mural Menyapa Publik

Halo-halo Bandung!
kabar menarik dari Kota Kembang ini merupakan program sindikasi antara Ojanto dan Tobucil Handmade, dimana setiap minggunya kami akan bertukar cerita antara Jogjakarta dan Bandung :)
Beberapa hari yang lalu, tak ada hujan tak ada badai, Littletiara, sepupu saya yang super centil ujug-ujug menapakkan kakinya ke Bandung. Dan mimpi buruk pun terjadi, berjam-jam direngeki akhirnya saya menyerah. Kolaborasi petualangan menyusuri Bandung pun dimulai! Ow, tapi setidaknya kali ini saya jadi punya asisten foto dadakan. 

Bandung yang sedang super panas menumbukkan saya pada dinding-dinding kotanya yang nyaris tak polos. Memang, beberapa tahun terakhir ini, mural menjadi semacam kebisuan yang hadir di dalamnya. Mulai dari tembok-tembok di jalan Siliwangi, tembok-tembok Kebun Binatang Bandung, hingga tembok-tembok jalan layang dihiasi oleh lukisan dinding yang bernama mural tersebut. Ya, mural memang telah menjadi satu bentuk ekspresi di ruang publik. 

Lalu, apa, sih, yang sebenarnya dimaksud dengan mural? Secara singkat, mural adalah cara menggambar atau melukis di atas media dinding, tembok atau permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Berbeda dengan grafiti yang lebih menekankan hanya pada isi tulisan dan kebanyakan dibuat dengan pilox atau cat semprot, maka mural tidak demikian. Mural lebih bebas dan dapat menggunakan media cat tembok atau cat kayu, bahkan cat atau pewarna apapun juga seperti kapur tulis atau alat lain yang dapat menghasilkan gambar. 


Mural sendiri memiliki catatan sejarah yang cukup panjang. Adalah lukisan gua di Perancis dan Spanyol menjadi mural tertua yang ada sejak tahun 30.000-12.000 SM. Namun mural modern baru berkembang di tahun 1920-an di Meksiko dengan pelopornya antara lain Diego Rivera, Jose Clemente Orozco, dan David Alfaro Siqueiros. (selengkapnya baca di sini)

Minggu, 03 April 2011

On Day Monday #11 - Hello Bleu

Hello Bleu : Kolaborasi Harmonis dari Dua Nona Manis

Jika hobi direnggangkan sejauh-jauhnya, kemungkinannya memang bisa jadi tidak terbatas. Seperti yang dialami dua nona manis ini, Kiki dan Iid. Kolaborasi keduanya lahir dari kesamaan hobi juga karakter. Dimulai sekitar dua bulan yang lalu, berdua mereka berdiri di bawah payung Hello Bleu dan melahirkan karakter-karakter unik berbentuk boneka.



Tidak ada pembagian tugas, juga tidak ada jabatan. Hello Bleu seperti duet maut dua biduan yang menyanyikan lirik lagu dengan porsi yang sama. Kiki dan Iid sama-sama menciptakan ide, mempersiapkan bahan-bahan dan memproduksi sendiri produk-produk mereka. Inilah yang menjadi keunikannya. Dua karakter tidak dilebur menjadi satu, namun sengaja ditampilkan secara bersamaan. Perbedaannya memang jelas terlihat, namun harmonisasinya tetap bisa dirasakan.

Kiki dan Iid adalah dua orang yang sangat menyenangi warna, motif dan bentuk. Dari sinilah harmonisasi itu berasal. Motif dan warna kain yang saling bertabrakan, dipadukan dengan karakter-karakter unik hasil imajinasi keduanya. Hasilnya? surprisingly cute! Melihat hasil karya mereka langsung melunturkan bayangan saya akan boneka berbulu nan lucu yang dulu setia menemani tidur saya. Karakter-karakter unik ini muncul dari corat-coret Kiki dan Iid yang memang memiliki hobi gambar. Kiki mengaku sejak SMA suka membuat doodle, dan tanpa disadarinya muncul karakter-karakter aneh yang akhirnya dijadikan inspirasi membuat boneka. Begitu juga dengan Iid, menurutnya inspirasi bisa datang dari mana saja. Bisa dari hal-hal sekitar, film yang ditontonnya, bahkan dari udara kosong di depannya. "Kuncinya adalah berusaha untuk think out of the box" begitu kata Iid.




Menyenangkan sekali jika kita bisa menghasilkan sesuatu dari hal-hal yang kita senangi. Inilah yang juga berusaha diraih oleh Hello Bleu. Keinginan mereka adalah mereka dapat dikenal luas, supaya bisa terus berkarya. Mereka juga mengharapkan pemasukan tambahan dari apa yang mereka lakukan dan bisa menabung untuk membeli mesin jahit. Yap, mereka sangat ingin memiliki mesin jahit agar lebih leluasa dalam menciptakan karya-karya baru.



Bagi Kiki dan Iid, mereka sama sama merasa telah menemukan partner yang tepat untuk serius dalam menekuni hobi. Iid sebelumnya sudah berpartner dengan beberapa orang, namun dia mengakui bahwa sampai sekarang Kiki-lah yang dia rasa memiliki passion yang sama dengannya. Begitu juga dengan Kiki yang merasa Iid dapat menutupi kekurangannya. Kiki merasa terkadang terlalu sederhana dalam menciptakan ide, dan baginya, Iid memiliki eksplorasi ide yang jauh lebih luas.


Terimakasih Kiki dan Iid atas obrolan serunya. Juga suguhan cemilan dan oleh-olehnya hehe. Semoga kolaborasi harmonis ini bisa terus berjalan sampai kapanpun!

Hello Bleu
Blog : http://hellobleu.blogspot.com/
Facebook : http://www.facebook.com/helloo.bleu

ditulis oleh : Putri
foto oleh : Ojan

Share This

Related Posts with Thumbnails