followers

Jumat, 13 Mei 2011

On Day Monday Zine (ODM Zine)

Ondee mandeee...! Tak terasa 14 minggu sudah dilalui kesana kemari hujan maupun terik matahari. Perjalanan dan kesempatan ini menjadi hal yang sangat berharga buat kami.  Merekalah hal-hal inspiratif yang berhasil kami tangkap dan kami kemas dalam On Day Monday. (-: 

Dari Jogja, datang untuk CRAFTY DAYS, tidak membuat kami lupa untuk mengajak teman-teman On Day Monday. Mereka akan ikut serta di meja kami. Temukan mereka dalam sebuah zine sederhana yang berisi tentang 14 liputan terakhir dari rubrik On Day Monday di blog ini. 

Semoga zine ini mampu membuat lebih banyak orang tahu tentang hal-hal inspiratif yang berasal dari kota Jogjakarta dan sekitarnya. (-:


ODM Zine
Qty : 15pcs
Material : samson paper (fotocopied)

Jumat, 06 Mei 2011

SCREENCRAFT #2 - Exit Through The Gift Shop

the world's first street art disaster movie...

tonight the streets are ours,
and these lights in our street are ours
and tonight the street are ours
and these lights in our heart, they tell no lies

Richard Hawley - Tonight The Street Are Ours (OST. Exit Through The Gift Shop)

Penggalan lagu diatas sepertinya memang sangat pas menggambarkan euphoria seorang street-artist pada apa yang dikerjakanannya. Seperti makhluk nocturnal, waktu malam adalah waktu terbaik bagi para seniman jalanan untuk menyulap jalan-jalan kota yang sepi dengan karya mereka. Ya, bagi saya mereka seperti pesulap yang mampu memunculkan sesuatu dari bidang kosong membosankan. Tidak jarang saya mendapati sebuah perempatan penuh dengan gambar baru padahal sehari sebelumnya tidak ada apa-apa disana. Efek kemunculannya hampir sama seperti crop circle yang misterius. 

Exit Through The Gift Shop adalah sebuah film dokumenter yang menampilkan sepak terjang seniman jalanan di Los Angeles ketika membuat karyanya. Film ini sendiri disutradarai oleh seorang seniman jalanan ternama asal U.K yaitu Banksy. Dalam film yang berdurasi 87 menit ini, kita dapat melihat aksi para seniman ketika menempelkan karya mereka di sudut sudut kota yang strategis. Tentu saja hal ini merupkan kegiatan ilegal, namun disinilah adrenalinnya. Kita dapat menyaksikan para seniman ini naik turun gedung dan dikejar-kejar polisi dalam aksinya.

Adegan demi adegan, juga aksi para seniman jalanan dalam film ini kita tonton melalui mata seorang Thierry Guetta. Thierry Guetta bukan siapa-siapa. Dia adalah seorang imigran asal Perancis, menetap di L.A dan tidak pernah lepas dari kamera yang ada di tangannya kemanapun dia pergi. Hobinya merekam semua momen yang terjadi, karena menurutnya hal itu tak akan terulang lagi. Sampai suatu ketika, Thierry berkesempatan merekam kegiatan saudaranya yang adalah seorang seniman jalanan dengan julukan Invader. Dari sinilah dia mulai banyak berkenalan dengan pelaku seni jalanan lainnya. Hal ini membuatnya semakin tertarik untuk terus ikut dan merekam setiap aksi mereka.

Pertemanannya dengan Shepard Fairey membawa Thierry kepada seniman idolanya. Dialah Banksy, yang berhasil mencitrakan dirinya sebagai seniman misterius, dimana belum ada orang luar yang pernah melihat wajahnya, atau mengetahui identitasnya. Banksy setuju Thierry mengikutinya kemana-mana dan merekam kegiatan seninya. Perlahan-lahan film ini menggiring kita ke fokus yang berbeda. Bukan lagi tentang seniman jalanan, bukan pula tentang Banksy. Namun yang mencurui fokusnya adalah proses transformasi seorang Thierry Guetta menjadi seorang seniman jalanan. Setelah menjalin pertemanan dengan Banksy, Thierry Guetta tidak lagi mengikuti seorang seniman dengan kameranya. Yang dia lakukan adalah mulai membuat karyanya sendiri. Dia menamakan dirinya Mr.Brainwash dan memulai gebrakannya dengan mengadakan pameran tunggal di Los Angeles. Thierry Guetta sadar bahwa dia tidak memiliki bakat dan kreatifitas seperti yang dimiliki Banksy atau seniman lainnya. Karena itu dia tidak malu mempekerjakan desainer-desainer profesional untuk mengejawantahkan ide-ide yang ada di kepalanya.

Setelah film ini beredar banyak yang menyangsikan kemampuan Thierry Guetta sebagai seorang seniman. Banyak pula terdengar gosip yang menyebutkan bahwa Thierry Guetta itulah yang merupakan karya seni yang dirancang oleh Banksy. Namun terlepas dari kontroversi tersebut, Exit Through The Gift Shop tetaplah merupakan sebuah film yang menghibur. Pengambilan gambar yang seadanya dan bahkan terkesan amatir justru membuat penonton merasa "dekat" secara personal dengan tokoh-tokoh di dalamnya. Tak heran jika film ini masuk ke dalam nominasi Academy Award 2011 dalam kategori film dokumenter terbaik. Dan dari sini terbukti sekali lagi kehebatan Banksy sebagai seorang seniman.


SINDIKASI TOBUCIL : Memutar Keramik Nan Ciamik

Halo-halo Bandung!
kabar menarik dari Kota Kembang ini merupakan program sindikasi antara Ojanto dan Tobucil Handmade, dimana setiap minggunya kami akan bertukar cerita antara Jogjakarta dan Bandung :)

Terus terang, saya jarang sekali intips-intips karya keramik kecuali beberapa pot dari tanah liat di depan rumah dan gelas keramik model jadul ala film silat di TV sampai kemudian di suatu sore dengan basah hujan pada jendela kamar (alah bahasanyaaaaa), bercakap-cakaplah saya dengan Tisa Granicia, salah seorang pendiri Kandura keramik, para pembuat keramik inovatif nan kreatif plus unik. Mengusung tema keseharian, Kandura memuaskan dahaga saya untuk lebih dalam menyelami dunia perkeramikan. Ahiwww, mari dikebet saja sodara-sodara!


Ceritain, dong, awal terbentuknya Kandura…
awalnya ajakan dari Fauzy Prasetya (Uji) dan Bathsebha Satyaalangghya (Ghia). Kami teman satu angkatan. Terus ada juga Nuri Fatima yang gabung semenjak 2010. Uji asalnya dari studio desain produk dan Ghia sama kayak saya dari studio seni keramik juga. Selepas lulus tahun 2005, Uji melempar ide ke kami berdua untuk bikin studio keramik sama-sama, ide itu kami sambut dengan baik. Lalu kami mulai udunan untuk beli alat-alat seperti tungku dan alat alat lainnya. Sejak saat itu kami mulai usaha kami sampai sekarang. 


Apa, sih, sebenernya yang bikin kalian tertarik dengan keramik?
Kami tertarik dengan material tersebut karena keramik berasal dari tanah liat, sifatnya yang plastis bisa meniru bentuk apa aja gitu, serta ribuan teknis yang bisa kami eksplorasi terus seperti tidak pernah ada habisnya. Singkat kata keramik itu Surprising! Terus juga studio keramik masih jarang di Indonesia, apalagi studio yang mengkhususkan dirinya dengan mengeluarkan desain desain yang bagus, hehe. (selanjutnya bisa baca di sini)

Minggu, 01 Mei 2011

Mundur Satu Langkah


Halo, rasanya cukup lama ya tidak menyapa teman-teman baik itu melalui blog, twitter maupun facebook. Akhir-akhir ini kami memang banyak menggunakan waktu kami untuk berkonsentrasi pada produksi produk-produk baru. Untuk itu kami ingin memberikan sedikit pemberitahuan bahwa untuk beberapa waktu kedepan kami akan mengurangi aktivitas di dunia maya.

Beberapa kegiatan tetap seperti On Day Monday dan Tutorial untuk sementara akan kami hentikan dulu. Namun untuk kegiatan sindikasi seperti Sindikasi Tobucil dan Screencraft sebisa mungkin akan terus kami hadirkan di blog ini.

Jujur saja, bagi kami ini merupakan sebuah kemunduran. Tapi tentu saja kami berharap semoga langkah mundur ini bisa membuat kami maju dua langkah kedepan untuk hasil produk yang memuaskan :D.

so, we'll see you guys very soon. And don't forget to come to Tobucil's Crafty Days on 14 and 15 of May at Tobucil, Bandung!

have a good day :)
Ojan & Putri

Share This

Related Posts with Thumbnails